Musisi di Media Sosial, di Tengah PSBB yang Belum PSBB Amat

Jakarta menjadi episentrum dari penyebaran Covid-19 yang ada di Indonesia. Hampir setengahnya berada di kota ini.

Hampir dua bulan, sejak diumumkan pada awal Maret, pasien Covid-19 sudah mencapai 6.248 pasien. Mereka yang sembuh 631, dan meninggal bertambah lima belas orang, jadi total 535 orang.

Jakarta telah resmi memulai kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada 10 April. Beberapa pos periksa (check points) didirikan di beberapa titik pengawasan. Salah satunya di depan kantor BPOM Badan Pengawasan Obat dan Makanan, di Jalan Percetakan Negara. Seharian petugas berjaga guna mengurangi penyebaran Virus Corona COVID-19. Kalau sudah malam, baru agak longgar. Beberapa yang berboncengan lewat begitu saja, atau mungkin petugas sudah mengenali satu-satu para pengendara – sesuai himbauan yang dikelaurkan, bisa berboncengan kalau memiliki alamat yang sama.

Hari pertama PSBB masih rame, Kereta Rel Listrik (KRL) masih dipadati penumpang. Bahkan sampai Senin, 13 April kemarin ramai juga beredar foto dan video kerumunan di stasiun KRL. Orang-orang mulai berkantor. Memang masih ada beberapa kantor yang belum maksimal menerapkan work from home atau WFH. Salah seorang karyawan yang kantornya berada di dekat stasiun Gondangdia, misalnya, mengatakan bahwa kantornya menerapkan WFH sekali-sekali. Maksudnya, hari ini masuk kantor, esoknya WFH. Begitu seterusnya.

Sampai akhirnya Pemerintah Daerah DKI Jakarta menggelar inspeksi mendadak (sidak). Beberapa gedung terpaksa harus disegel karena tetap melakukan aktivitas seperti hari biasa. ITC Roxy Mas di Cideng, sampai memasuki hari keenam PSBB transaksi jual beli yang mayoritas toko handphone dan aksesoris masih ramai. Saat sidak, menurut petugas, pedagang di sana terkesan mengelabui, karena di lantai satu sama sekali tidak ada aktivitas, sementara di lantai tiga, toko-toko masih melayani pembeli.

Sidak ke gedung-gedung atau ke kantor-kantor ini masih akan terus dilakukan Pemerintah DKI Jakarta selama masa PSBB berlangsung. Sebelum melakukan penyegelan, perusahaan akan ditegur, kalau tidak diindahkan maka penyegelan dilakukan. “Sampai Jumat (17 April), ada 25 perusahaan ditutup sementara dan 190 perusahaan diberikan peringatan atau pembinaan,” Kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov DKI Jakarta Andri Yansyah kepada Liputan6.com.

PSBB di DKI Jakarta akan berlangsung hingga tanggal 23 April, namun begitu tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang melihat angkat penyebaran Covid-19 masih terus meningkat. Imbauan demi imbauan untuk melakukan karantina, jaga jarak, atau isolasi mandiri terus berseliweran di berbagai sosial media.

Kondisi PSBB–yang belum PSBB amat–ini pun membuat banyak musisi berkreasi. Mereka mengajak publik menjaga jarak dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Mereka – para musisi, entah akan siaran langsung di sosial media atau sekadar memosting saja. Ada yang rutin ngobrol live dengan musisi lain, yang lainnya sekadar meng-cover satu lagu.

Morfem, misalnya, membocorkan single baru yang dikasi judul “Binar Wajah Sebaya”, lalu mengajak pengguna Instagram mengisi satu bagian instrumen yang sengaja dikosongkan. Selain itu, Bangkutaman menghibahkan feed Instagram-nya selama sebulan untuk diisi pembahasan tentang band Velvet Underground–band rock 60an dari New York, yang familiar dengan gambar pisangnya Andy Warhol di salah satu albumnya.

Seniman cum musisi dari Jogja, Farid Stevy, memulai inisiatif “Distancing Festival”. Ia membuat akun di Instagram, kemudian memosting meme-meme lucu. Karakter huruf khas Farid Stevy menjadikan setiap gambar terlihat edgy – ikonik nan artsy.

Yang terbaru dan mencengangkan kolaborasi antara Vincent Rompies, Eno (Netral), Andy (/Rif), dan Stevi Item (Dead Squad) yang meng-cover lagu dari The Smashing Pumkins–band rock alternatif dari Illinois, dan salah satu band yang menandai kebesaran musik 90an: Geek U.S.A. Mereka lalu mengunggah ke akun Instagram. Postingan itu diunggah ulang oleh The Smashing Pumkins ke official akun Instagramnya.

Di seberang benua nun jauh, wilayah yang juga terdampak pandemi, Iggy Pop dan vokalis Queens Of The Stone Age, Josh Homme mendedikasikan satu karya film dokumenter, American  Valhalla, yang disiarkan 30 Maret lalu secara langsung di Youtube. Demi mengajak orang-orang tetap di rumah. Dokumenter itu mengisahkan kolaborasi Pop dan Homme di album ketujuh belas, Post Pop Depression, sampai ke obrolan kerjasama antara Iggy Pop dan David Bowie dalam album The Idiot dan Lust For Life pada 1977.

Radiohead juga untuk pertama kalinya mengunggah dokumenter konser mereka pada Oktober 2000 lalu, ke Youtube. Unggahan itu dikasi judul Live From A Tent In Dublin, dilengkapi dengan tagar: Stay Home With Me.

Tak ketinggalan dari skena hip-hop, dua bintangnya melakukan Beat Battle, yang disiarkan langsung di akun Instagram pribadi mereka selama hampir tiga jam. Mereka, Robert Fitzgerald Diggs alias RZA, ujung tombak grup hip-hop Wu-Tang Clan dan Christopher Edward Martin–seorang disc jockey yang dikenal dengan nama panggung DJ Premier (ada juga yang memanggilnya Preemo atau Preem) dari duo hip-hop Gang Starr.

Dengan presisi mereka memainkan beat secara bergantian. Sahut menyahut. Pertunjukan itu seperti sebuah katalog. Bagaimana tidak jadi katalog, cepat saja, setlist yang mereka mainkan sudah ada yang mengompilasinya ke Spotify.

Yang paling baru dan impresif adalah kolaborasi antara gitaris Jeff Beck dan aktor Johnny Depp. Mereka meng-cover lagu Isolation-nya John Lennon, dan diunggah ke akun Instagram masing-masing. Perlu dicatat, Johnny Depp baru membuat akun Instagram, dan itu salah satu sebab mengapa unggahan itu menjadi trending. Faktor lain, karena mereka berhasil membawa suasanan liris dalam lagu itu.

Geliat para musisi dengan sosial media di tengah PSBB–yang belum PSBB amat ini–semoga mendorong orang untuk tetap di rumah. Bagi instasi, ya sebaiknya para karyawan di-WFH-kan saja. Ingat, WFH. Bukan PHK, ya. Kerja dari rumah, supaya PSBB lancar. Hati jadi senang, Covid-19 menghilang. Amin. []

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on linkedin
Share on email
Ikuti via Surel