Surat Dirjen WHO kepada Presiden RI

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyurati Presiden RI, Joko Widodo, 10 Maret. Dalam surat itu WHO merekomendasikan agar Indonesia melaksanakan 7 hal berikut:

  • Meningkatkan mekanisme tanggap darurat termasuk mengumumkan status darurat nasional;
  • Mengedukasi dan aktif berkomunikasi dengan masyarakat melalui komunikasi risiko yang tepat dan pelibatan masyarakat;
  • Mengintensifkan upaya menemukan kasus (case finding), pelacakan kontak (contact tracing), pengawasan (monitoring), karantina kontak, dan isolasi kasus (pasien);
  • Meluaskan pemantauan Covid-19 dengan menggunakan sistem pemantauan penyakit pernafasan yang tersedia dan pemantauan berbasis rumah sakit;
  • Tes suspek kasus berdasarkan definisi kasus WHO, kontak-kontak kasus terkonfirmasi; tes pasien teridentifikasi melalui (sistem) pemantauan penyakit pernafasan;
  • Menyiapkan kapasitas laboratorium yang memadai dan terdesentralisasi yang memungkinkan tim mengidentifikasi klaster-klaster penularan sehingga dapat diambil tindakan segera—termasuk tes bukan hanya kepada kasus-kasus yang memiliki hubungan langsung dengan kasus positif, namun semua pasien yang menderita penyakit seperti influenza akut dan pernafasan akut parah; dan
  • Meningkatkan promosi langkah-langkah kesehatan masyarakat, termasuk kebersihan tangan, etiket pernafasan, dan menerapkan langkah menjaga jarak dalam hubungan sosial.

Share on whatsapp
Share on telegram
Share on facebook
Share on twitter
Share on google
Share on linkedin
Share on email
Ikuti via Surel